Kehidupan bumi semakin mendekati status pemusnahan besar-besaran, akibat manusia yg terlalu rakus dalam mengumpulkan Sumber daya alam demi sebuah keuntungan semata tanpa melihat dampak yg terjadi pda lingkungan . Di era modern ini teori determinisme sudah tidak di indahkan lagi (manusia yg berharap kepada alam) , ketika pra modern dan revolusi industri blm ada maka determinisme ini sangat menjadi pengaruh besar terhadap manusia. Adanya knowledge and science lahir di tengah-tengah peradaban manusia kadang selalu di salah artikan oleh manusia menjadi rakus, tampak dan lahirnya persaingan sumber energi seperti contoh peperangan merebutkan sumber energi.

Dalam konsep orang modern teori determinisme ini hanya sebuah kelangsungan hidup yg lambat (evolusi) iya hanya mengedepankan secara instan yaitu berganti dengan fosibilisme , bagaimana manusia yang mempengaruhi lingkungan.
Sebuah kehidupan modern sering kali membangun tanpa perencanaan lingkungan itu sama saja melahirkan sebuah bencana di tengah-tengah peradaban manusia seperti contoh pertambangan perbukitan karst . Pedahal bukit karst ini sumber resapan air kalau bukit karst ini hancur maka dampak bencana akan lahir di tengah-tengah manusia banjir dan longsor di musim hujan dan wabah kekeringan bisa terjadi .
Kerusakan lingkungan bkn hanya di rasakan oleh manusia tapi jugaa flora dan fauna. Seperti contoh cagar alam yg di rubah menjadi obyek wisata itu akan melahirkan kerusakan ekologi, alih fungsi lahan menyebabkan kerusakan biodiversity antara manusia dan mahluk lainnya (flora dan fauna).
Wajar saja sekarang dimana kasus di daerah banyak hewan yang mencari makan ke pemukiman masyarakat contoh gajah Sumatra yg merusak ladang petani, harimau Sumatra yang memangsa manusia , ular cobra banyak bersarang di perumahan bahkan masuk kerumah.

Bukan mereka yang meneror manusia tapi manusia yang meneror mereka karena keserakahan habitat mereka rusak sebagai predator siklus rantai makanan mereka terputus akibat hewan buruan mereka habis, faktor di buru dan ekosistem yang rusak akibat ulah manusia.
Dalam Tercatat dalam majalah National Geograhy Indonesia. Ada 3 tahapan kelangsungan ekosistem yang rusak diantaranya.
Hilangnya habitat
Faktor utama penyebab punahnya satwa di bumi adalah kehilangan habitat atau tempat tinggal. Beragam ekosistem baik di darat maupun laut mengalami perusakan demi pembangunan gedung, jalan, dan pembangunan-pembangunan lainnya.
Eksploitasi Alam
Pengeksploitasian alam seperti perburuan, memancing dan berdagang, merupakan faktor lain yang menyebabkan kepunahan. Bison Amerika merupakan salah satu yang diburu sehingga populasinya yang pada awalnya berjumlah 30 juta sebelum bangsa Eropa datang dan berkembang, pada tahun 1890 terhitung hanya 750 ekor yang masih hidup.
Polusi
Polusi juga merupakan isu penting penyebab kepunahan masal. Jika tidak langsung membunuh binatang, polusi berakibat pada reproduksi, mengacaukan proses berkembang biak, dan menimbulkan prilaku tidak biasa.
Manusia dalam Al-Qur’an adalah mahluk yang paling tinggi derajatnya yang di bekali kecerdasaan (fikirkan) dan nurani (hati) seharusnya bisa membaca secara kontekstual ilmiah apa yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka karena manusia adalah mahluk yang berfikir animal rationale Aristoteles. akan tetapi karena manusia memiliki sisi nafsuniah yang ada dalam dirinya sering kali tidak terkontrol memiliki keinginan yang berlebih akhirnya nafsuniah pada diri manusia ini akan menghancurkan peradaban dan kerusakan sendiri terhadap tempt tinggal ia dan mahluk lainnya. Maka dari itu sebagai manusia yang Arif yang semestinya bisa selektif dalam menyikapi kehidupan di lingkungan iya harus mengerti menginterpretasikan apa yang ia lihat dialam semesta ini. Seyogyanya kita manusia haruslah bisa merawat,menjaga alam ini agar tetap utuh karena itu semua demi kelangsungan hidup manusia. Jadilah manusia yang bijak menjaga bumi (Khalifah) yang senantiasa hidupnya bisa bersinergi dengan alam ini.
Penulis : Zie_Fauzi
Sumber referensi : majalah National Geograhy Indonesia (inilah penyebab satwa liar terancam punah)
Doc. jalan lintas kab. Lebak penambangan perbukitan karst